Minggu, 30 April 2017

Pedoman Penilaian dan Syarat Dupak Guru Terbaru

Inilah Pedoman Dupak Guru Tahun 2017 Terbaru
Daftar usul penetapan angka kredit guru atau dupak dalam pedoman penilaian tahun 2017 ini secara lebih detail akan diperinci pada juknis dupak yang kami bagikan dibawah ini.
khusus bagi guru melingkupi aturan dan berbagai persyaratan serta tata cara pengusulan berkaitan dengan Kepmenpan 84/1993 dan yang terbaru Permeneg Pan RB nO 16 tahun 2009. Berkas DUPAK dan bukti fisik tersebut  di atas dilampiri  dengan surat pengantar yang ditandatangani  oleh kepala sekolah dan diusulkan kepada Pejabat  Penetap Angka  Kredit  u.p. Kepala Sekretariat  lim Penilai jabatan Fungsional Guru sesuai dengan  kewenangannya.

Bukti fisik hasil prestasi kerja guru yang dapat dinilai  dan mendapat angka kredit  adalah yang diperoleh pada  saat  periode  penilaian (setelah kenaikan jabatan  terakhir),   kecuali  bukti  fisik pendidikan formal dapat diajukan  pada periode penilaian berikutnya,  sepanjang belum pernah dinilai  pada penilaian sebelumnya.

DOWNLOAD

Kamis, 27 April 2017

Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Revisi Semester 2 Dengan Aturan Terbaru

Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Revisi Semester 2 Dengan Aturan Terbaru
Aplikasi penilaian ini bagi sekolah pelaksana kurikulum 2013 juknis terbaru permendikbud no 23 tahun 2016 tentang penilaian oleh pendidik di satuan pendidikan, Aplikasi Pengolahan Nilai K13 ini khusus untuk Sekolah Dasar (SD) Kelas 1 dan Kelas 4, Kompetensi dasar atau KD Tematik dan mapel PJOK,PAI dan Matematika include dalam aplikasi ini hingga menjadi raport.

Pengertian penilaian kurikulum 2013 oleh pendidik adalah Proses pengumpulan  informasi/data tentang  capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap,  pengetahuan, dan keterampilan yangdilakukan secara terencana dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar.

Kriteria Kenaikan kelas Pada revisi kurikulum 2013 paling baru:
Kriteria Kenaikan Kelas ditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan:
  • Kehadiran
  • ketaatan pada tata tertib
  • peraturan lainnya yang berlaku  di satuan pendidikan
  • Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan keterampilan belum tuntas dan/atau sikap belum baik
Kriteria Kelulusan Satuan Pendidikan ditetapkan melalui rapat dewan guru. Peserta didik dinyatakan lulus jika:
  • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  • Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal Baik; dan 
  • Lulus Ujian Sekolah seluruh muatan/mata pelajaran

Sabtu, 22 April 2017

Cara Mudah Merumuskan Indikator Pada Kurikulum 2013

Cara Merumuskan Indikator Pada Kurikulum 2013 Lengkap dengan Taksonomi Bloom
Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pada kurikulum 2013 yang di revisi menjadi bagian penting dalam mencapai titik kompetensi dasar dengan apa yang bisa menjadi target bagi guru pada kegiatan belajar mengajarnya, maka diperlukan indikator pencapaian kompetensi, dalam merumuskan indikator tentunya ada kaidah-kaidah yang harus di cermati, berikut kami sedikit berbai info perumusan indikator pada k13 terbaru ini.

Indikator adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD) tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran, (Mulyasa, 2007:139).

Fungsi indikator antara lain sebagai pedoman dalam:
  • mengembangkan materi pembelajaran atau bahan ajar,
  • mendesain kegiatan pembelajaran 
  • merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar 
Ketentuan Perumusan Indikator
  1. Indikator dirumuskan dari KD 
  2. Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur
  3. Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
  4. Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda
  5. Hanya mengandung satu tindakan.
  6. Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi & kebutuhan peserta didik, sekolah, masyarakat dan lingkungan/daerah;
Menganalisis tingkat kompetensi yang digunakan pada KD Menganalisis KKO
Menganalisis Indikator berdasarkan tingkat UKRK kompetensi pada KD
Benjamin S. Bloom dan kawan-kawannya itu berpendapat bahwa pengelompokkan tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri peserta didik, yaitu:
a)    Ranah proses berfikir (cognitive domain)
b)    Ranah nilai atau sikap (affective domain)
c)    Ranah keterampilan (psychomotor domain)

Muatan Pelajaran: PKn (BG Kelas 1, T 6 ST 1 PB 1 Hal:3)
KD 3.2  Mengidentifikasi aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari dirumah
Mengidentifikasi =C1 ( Mengingat ) Taksonomi Bloom
Cara Merumuskan Indikator Pada Kurikulum 2013 Lengkap dengan Taksonomi Bloom
Indikator:
3.2.1  Menyebutkan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah
3.2.2 Menjelaskan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah
3.2.3 Mengidentifikasi aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah

Selengkapnya
DOWNLOAD

Senin, 17 April 2017

Contoh Soal HOTS Kurikulum 2013 Lengkap Dengan KD dan Indikatornya

Soal HOTS Pada Kurikulum 2013 Revisi Inilah Kumpulan Contohnya
Penerapan Soal HOTS pada Buku Siswa kami bagikan contoh-contoh soal HOTS Baik disisipkan pada UTS, UAS maupun UH dsb
Keterampilan berpikir siswa dilatih dengan mengajak mereka untuk memprediksi misal sebuah kondisi yang akan terjadi apabila tumbuhan tidak berkembang biak.
Siswa membandingkan hasil pengamatannya dengan hasil pengamatan temannya.

Dan dilatih untuk menggunakan informasi yang mereka dapatkan dari kegiatan pengamatan untuk membuat kesimpulan “apakah semua bunga merupakan bunga sempurna?” Dan menjelaskan kesimpulan mereka berdasarkan fakta-fakta aktual.

Siswa membandingkan hasil pengamatannya dengan hasil pengamatan temannya. Dan dilatih untuk menggunakan informasi yang mereka dapatkan dari kegiatan pengamatan untuk membuat kesimpulan “apakah semua bunga merupakan bunga sempurna?” Dan menjelaskan kesimpulan mereka berdasarkan fakta-fakta aktual.

Baca Juga Soal UTS Kelas 1 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017 
Soal UTS Kelas 2 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui:
tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar,
mentolerir jawaban yang nyeleneh,  menekankan pada proses bukan hanya hasil saja,  memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya
memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif
Contoh-Contoh Soal HOTS Kurikulum 2013 silahkan unduh pada link dibawah ini.
SOAL HOTS K13 KELAS 4 SEMESTER 2
SOAL HOTS K13 KELAS 4 SEMESTER 2 .1

Selasa, 11 April 2017

Inilah Juknis Pengisian Ijazah Tahun 2017 SD/SMP/SMA

Juknis Penulisan Ijazah Tahun 2017 SD/SMP/SMA
Petunjuk teknis pengisian blanko ijazah 2017 atau juknis penulisan ijazah 2016/2017 ini untuk semua jenjang, SD,SDLB, Paket A, SMP, SMPLB, Paket B, serta SMA, SMLB, SMK dan Paket C, Terdapat tiga jenis Ijazah yaitu; Ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006, Ijazah untuk sekolah yang menggunakan 2013, dan Ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK). Perbedaan tersebut terletak pada Daftar Nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka.

Contoh Kode Blangko
Kode Keterangan
DN-01 Ma/13 0000001 Kurikulum 2013
DN-01 Ma/06 0000001 Kurikulum 2006
DN-01 Ma/SPK 0000001 SPK

Baca juga

Ijazah 2017 didasari pada aturan
Peraturan Mendikbud No. 14 Tahun 2017
Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
Lampiran Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017

PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN MUKA
1. BLANGKO IJAZAH SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, dan SPK.
a. Angka 1 diisi dengan nama sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur
b. Angka 2 diisi dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional yang menerbitkan Ijazah.
c. Angka 3 diisi dengan nama kabupaten/kota*)
*) coret salah satu yang tidak sesuai
d. Angka 4 diisi dengan nama provinsi.
e. Angka 5 diisi dengan nama siswa pemilik Ijazah menggunakan huruf (KAPITAL). Nama harus sama dengan yang tercantum pada Akte Kelahiran/Dokumen Kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.
f. Angka 6 diisi dengan tempat dan tanggal lahir siswa pemilik Ijazah. Tempat dan tanggal lahir harus sama dengan yang tercantum pada Akte Kelahiran/Dokumen Kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.
g. Angka 7 diisi dengan nama orang tua/wali siswa pemilik Ijazah.
h. Angka 8 diisi dengan nomor induk siswa pemilik Ijazah pada sekolah yang bersangkutan seperti tercantum pada buku induk.
i. Angka 9 diisi dengan nomor induk siswa nasional pemilik Ijazah. Nomor induk siswa nasional terdiri atas 10 digit yaitu tiga digit pertama tentang tahun lahir pemilik Ijazah dan tujuh digit terakhir tentang nomor pemilik Ijazah yang diacak oleh sistem di Kemendikbud.
j. Angka 10 diisi dengan nomor peserta Ujian Nasional terdiri atas 14 (empat belas) digit sesuai dengan nomor peserta yang tertera pada kartu tanda peserta Ujian Nasional dan sama dengan yang tertera di Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN). 1 (satu) digit berisi informasi jenjang pendidikan, 2 (dua) digit berisi informasi tahun, 2 (dua) digit berisi informasi kode provinsi, 2 (dua) digit berisi informasi kode Kabupaten/Kota, 3 (tiga) digit berisi informasi kode sekolah, 3 (tiga) digit berisi informasi kode urut peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi validasi. Khusus Untuk Ijazah SD dan SDLB, angka 10 diisi dengan nomor peserta ujian sekolah.

Kami sertai contoh pengisian Ijazah 2017
Ijazah 2017 didasari pada aturan
Peraturan Mendikbud No. 14 Tahun 2017
Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
Lampiran Peraturan Kepala Balitbang No. 018/H/EP/2017
DOWNLOAD

Senin, 10 April 2017

Juknis PKB Penerus Program Guru Pembelajar 2017

Inilah Juknis PKB Penerus Program Guru Pembelajar 2017
Pada tahun 2017, Ditjen GTK mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang merupakan kelanjutan dari Program Guru Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dilaksanakan berbasis komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (komunitas GTK).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam 3 (tiga) moda, yaitu (1) Tatap Muka; (2) Daring Murni (full online learning); dan (3) Daring Kombinasi (kombinasi daring dan tatap muka (blended learning)
Klasifikasi moda tersebut dilaksanakan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
1. Peta kompetensi guru berdasarkan hasil UKG 2. Jumlah guru yang sangat besar  3. Letak geografis dan distribusi guru diseluruh Indonesia
4. Ketersediaan koneksi internet
5. Tingkat literasi guru dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
6. Efisiensi biaya dan fleksibilitas pembelajaran
7. Adanya beberapa unsur mata pelajaran (misalnya pelajaran vokasi) yang sulit untuk disampaikan secara daring.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Tatap Muka merupakan bagian dari sistem pembelajaran, di mana terjadi interaksi secara langsung antara fasilitator dengan peserta seperti pada Gambar 2.1. Interaksi pembelajaran yang terjadi dalam moda tatap muka meliputi pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, praktik, dan penilaian.
Unsur yang terlibat pada program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda tatap muka yang diusulkan oleh Dinas Pendidikan Prov./Kab./Kota dan UPT adalah Instruktur Nasional (IN) sebagai fasilitator, guru sebagai peserta dan panitia kelas.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Daring  
Pendekatan pembelajaran pada program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Menuntut pembelajar untuk membangun dan menciptakan pengetahuan secara mandiri (constructivism);
b. Pembelajar akan berkolaborasi dengan pembelajar lain dalam membangun pengetahuannya dan memecahkan masalah secara bersama-sama (social constructivism);
c. Membentuk suatu komunitas pembelajar (community of learners) yang inklusif;
d. Memanfaatkan media laman (website) yang bisa diakses melalui internet, pembelajaran berbasis komputer, kelas virtual, dan atau kelas digital;
e. Interaktivitas, kemandirian, aksesibilitas, dan pengayaan.
Melalui moda daring, peserta memiliki keleluasaan waktu belajar. Peserta dapat belajar kapanpun dan dimanapun, sehingga tidak perlu meninggalkan kewajibannya sebagai guru dalam mendidik. Pada daring kombinasi, peserta akan melakukan pembelajaran secara luring (tatap muka) di Pusat Belajar dan didampingi oleh fasilitator.
Gambaran umum dari setiap model pembelajaran pada program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring adalah sebagai berikut.
a. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Daring Murni
Pembelajaran pada model ini hanya melibatkan fasilitator dan guru sebagai peserta. Dengan memanfaatkan TIK, peserta secara penuh melakukan pembelajaran daring dengan mengakses dan mempelajari bahan ajar, mengerjakan lembar kerja, berdiskusi serta berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan peserta lainnya. Selama proses pembelajaran, peserta difasilitasi secara daring penuh oleh pengampu dan akan dibantu oleh admin LMS dalam hal teknis pembelajaran.
Kelas pada moda daring terdiri dari Daring Murni - Model 1, Daring Murni - Model 2 dan Daring Kombinasi. Unsur yang terlibat di dalam kelas pembelajaran dan interaksi setiap unsurnya pada moda-moda tersebut dijelaskan sebagai berikut.
Dalam pelaksanaan moda daring murni, dikembangkan dua model sebagai berikut.
1) Model 1 Pembelajaran pada model ini hanya melibatkan pengampu dan guru sebagai peserta.
DOWNLOAD

Minggu, 09 April 2017

Buku Pedoman dan Konsep Pendidikan Karakter di Sekolah

Buku Pedoman dan Konsep Pendidikan Karakter di Sekolah
Gerakan Penguatan  Pendidikan Karakter (PPK) tidak   mengubah kurikulum yang sudah ada, melainkan optimalisasi kurikulum pada satuan pendidikan. Gerakan PPK perlu dilaksanakan di satuan pendidikan melalui berbagai cara  sesuai dengan  kerangka kurikulum  yaitu  alokasi  waktu minimal yang  ditetapkan dalam Kerangka Dasar dan  Struktur  Kurikulum, dan kegiatan ekstrakurikuler yang dikelola oleh satuan pendidikan sesuai dengan peminatan dan  karakteristik peserta  didik,  kearifan  lokal,  daya dukung, dan  kebijaksanaan satuan pendidikan masing-masing.

Pelaksanaan  Gerakan  PPK  disesuaikan dengan  kurikulum   pada satuan pendidikan masing-masing dan  dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu:

1. Mengintegrasikan pada mata  pelajaran yang  ada  di dalam struktur kurikulum dan mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) melalui kegiatan intrakurikuler   dan    kokurikuler.  Sebagai   kegiatan   intrakurikuler dan   kokurikuler, setiap  guru   menyusun  dokumen  perencanaan pembelajaran   berupa   Silabus  dan  Rencana    Pelaksanaan Pembelajaran  (RPP)   sesuai  mata    pelajarannya masing-masing. Nilai-nilai utama PPK diintegrasikan ke dalam mata  pelajaran sesuai topik  utama nilai  PPK yang   akan   dikembangkan/dikuatkan pada sesi  pembelajaran tersebut dan  sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing. Misalnya, mata  pelajaran IPA untuk  SMP mengintegrasikan nilai nasionalisme dengan mendukung konservasi energi pada materi tentang energi.

2. Mengimplementasikan PPK melalui  kegiatan  ekstrakurikuler yang ditetapkan oleh  satuan pendidikan. Pada kegiatan ekstrakurikuler, satuan pendidikan melakukan penguatan kembali nilai-nilai karakter
melalui  berbagai kegiatan. Kegiatan ekskul  dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pihak lain/lembaga yang relevan, seperti PMI, Dinas  Kelautan  dan   Perikanan,  Dinas  Perdagangan, museum, rumah budaya, dan  lain-lain, sesuai dengan kebutuhan dan  kreativitas satuan pendidikan.

3. Kegiatan pembiasaan melalui budaya sekolah dibentuk dalam proses kegiatan rutin,  spontan,  pengkondisian, dan   keteladanan warga sekolah. Kegiatan-kegiatan dilakukan di luar jam pembelajaran untuk memperkuat pembentukan karakter sesuai dengan situasi,  kondisi, ketersediaan sarana dan  prasarana di setiap satuan pendidikan.

Selain  struktur dalam kurikulum,  gerakan PPK juga  memiliki struktur pendukung lain yang  terdiri atas:

a. Ekosistem  dan   budaya  sekolah;  mewujudkan  tata   kelola   yang sehat,  hubungan  antarwarga sekolah yang   harmonis dan   saling menghargai, lingkungan sekolah yang  bersih,  ramah, sehat, aman, dan  damai.
b. Pendidikan keluarga dan  masyarakat; menjalin keselarasan antara pendidikan di sekolah, lingkungan keluarga, dan  masyarakat.

Senin, 03 April 2017

Kisi-Kisi PLPG Tahun 2017 Materi Untuk Guru Semua Mata Pelajaran

Kisi Kisi Materi PLPG Tahun 2017 Mapel Guru Kelas SD
PLPG 2017 dalam kisi kisi PLPG 2017 untuk sertifikasi guru tahun 2017 pada Sekolah Dasar ini kami bagikan lebih awal untuk persiapan rekan guru semua dalam mengikuti PLPG 2017 khususnya pada guru sekolah dasar.

Seperti sebelumnya kami sudah bagikan Materi PLPG 2017 untuk Guru SD serta bagi rekan guru yang sedang atau akan mengikuti UTN ujian tulis nasional bisa diunduh disini contoh soal UTN dan kunci jawaban

Dengan persiapan terbaik bagi rekan guru sangat mungkin akan lebih mudah dalam memenuhi target kelulusan sertifikasi guru yang minimal nilai UTN 80, tentunya target ini harus dicapai agar sertifikat pendidik bisa di terima, sehingga bisa menjadi guru yang benar-benar profesional.

Berikut kami bagikan kisi-kisi materi PLPG Tahun 2017 Guru Sekolah Dasar 027.
DOWNLOAD

Untuk mata pelajaran lainnya silahkan unduh di laman yang kami sematkan klik Disini

Minggu, 02 April 2017

Inilah Materi Pedagogik PLPG Tahun 2017

Inilah Materi Pedagogik PLPG Tahun 2017
Materi modul PLPG 2017 berikut ini kami bagikan sebagai bahan pembelajaran Modul Additional Pedagogik Sertifikasi Guru tahun 2017, Pedagogik merupakan ilmu yang membahas pendidikan, yaitu ilmu pendidikan anak. Jadi pedagogik menjelaskan tentang seluk beluk pendidikan anak. Sedangkan bagi orang dewasa ilmu pendidikan yang mengkajinya di sebut "andragogi". Pedagogik merupakan teori pendidikan anak.

Pedagogik sebagai ilmu sangat dibutuhkan oleh guru Khususnya guru taman-kanak-kanak dan Guru Sekolah Dasar karena mereka akan berhadapan dengan anak-anak yang belum dewasa. Tugas guru bukan hanya mengajar, mentransformasikan pengetahuan kepada anak-anak di sekolah, melainkan guru mengemban tugas untuk mengembangkan kepribadian anak didiknya secara terpadu.

Guru mengembangkan sikap mental anak, mengembangkan hati nurani atau kata hati anak, sehingga ia (anak) akan sensitif terhadap masalah-masalah kemanusiaan, harkat derajat manusia, menghargai sesama manusia. begitu juga guru harus mengembangkan keterampilan anak, keterampilan hidup di masyarakat sehingga ia mampu untuk menghadapi segala permasalahan hidupnya.

Baca juga
Contoh soal UTN dan Jawaban PLPG Tahun 2017
Materi PLPG Semua mata pelajaran

Materi yang dibahas dalam sumber belajar ini tertuang dalam 8 kegiatan belajar
sebagai berikut ini.
  • Kegiatan Belajar 1 : Karakteristik Siswa
  • Kegiatan Belajar 2 : Teori Belajar
  • Kegiatan Belajar 3 : Kurikulum 2013
  • Kegiatan Belajar 4 : Desain Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 5 : Media Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 6 : Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 7 : Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 8 : Refleksi Pembelajaran dan PTK
Satu paket unduhan klik DOWNLOAD ini

Materi PLPG Tahun 2017 Semua Mata Pelajaran Lengkap

Sabtu, 01 April 2017

Kumpulan Soal UTN PLPG Sesuai Kisi-Kisi dan Kunci Jawaban

Contoh Soal UTN PLPG Lengkap dengan Kunci Jawaban
Soal Ujian tulis nasional (UTN) PLPG untuk sertifikasi guru ini kami lengkapi dengan kunci jawaban hanya sebagai referensi atau contoh yang bisa dijadikan latihan, diambil dari kisi-kisi dan materi PLPG baik profesional maupun pedagogik, kumpulan soal ini bisa dijadikan referensi bagi yang sedang mengikuti PLPG untuk sergur atau sertifikasi guru maupun yang gagal dalam uji soal UTN pertama dan harus mengulangnya.

UJI TULIS NASIONAL (UTN) :
1. UTN dilaksanakan secara daring (dalam jejaring/online) dan diikuti oleh peserta yang telah lulus PLPG.
2. Soal Ujian Tulis Nasional (UTN) dikembangkan secara nasional di bawah kendali KSG.
3. Soal UTN disusun dalam bentuk tes objektif pilihan ganda 4 (empat) opsi dengan mempertimbangkan HOTS minimal level C4 dan mengacu pada kisi-kisi UTN yang telah ditetapkan.
4. Durasi waktu pelaksanaan UTN selama 120 menit dengan jumlah butir menyesuaikan durasi waktu tersebut. apa itu ujian tulis nasional? nilai kelulusan UTN dalam plpg
5. UTN dapat dilaksanakan di LPTK Penyelenggara atau tempat uji kompetensi (TUK) setelah peserta dinyatakan lulus ujian akhir PLPG.

Baca juga
Cara cek data peserta sertifikasi guru 
Panduan pendaftaran belajar mandiri di sertifikasi guru

6. Nilai batas minimal kelulusan UTN adalah 80.
7. Peserta yang telah memenuhi batas minimal kelulusan UTN berhak mendapat sertifikat pendidik.
8. Peserta yang belum memenuhi batas minimal kelulusan UTN diberikan kesempatan mengulang UTN pada tahun berikutnya sebanyak 4 kali dalam waktu 2 tahun setelah melaksanakan peningkatan kompetensi secara mandiri.
9. Ujian ulang UTN/UKG dilaksanakan di tempat uji kompetensi (TUK) yang ditetapkan Pemerintah.
10. Guru yang dinyatakan lulus PLPG dan memiliki skor UKG 2015 ≥ 80, tidak menempuh UTN/UKG dan langsung diberikan sertifikat pendidik.

Soal-soal UTN/UKG ini akan sangat diperlukan oleh bapak ibu/guru sebagai sarana latihan, silahkan unduh pada link yang kami sematkan dibawah ini.